skenario pembelajaran KSE

 

Tabel Penyusunan Teknik  Pembelajaran Kompetensi Sosial dan Emosional (KSE)

 

1.    Kesadaran diri – Pengenalan emosi

KSE

RUANG

LINGKUP

TEKNIK PEMBELAJARAN  KSE (sesuai dengan jenjang pendidikan murid)

 

 

KOMPETENSI

Kesadaran diri- pengenalan emosi

 

 

Terintegrasi dalam mata pelajaran

1.    Teknik: STOP

2.    Penjelasan yang dilakukan guru: Guru mengintruksikan murid melakukan rilek sebelum pembelajaran dimulai supaya dapat membantu murid meringankan beban dan mampu bersikap responsive dalam suatu situasi untuk memngingat kembali diri dalam kesadaran penuh dan siap mengikuti pembelajaran selanjutnya.

3.    Penjelasan yang dikatakan pada murid: Guru menyampaikan arahan rilek dengan langkah-langkah latihan STOP yaitu:

-          S: Stop/ Berhenti, meminta murid untuk berhenti melakukan kegiatan apapun yang sedang dilakukan.

-          T: Take a deep Breath/ Tarik napas dalam, sadari napas masuk dan keluar.

-          O: Observe/ Amati apa yang kamu rasakan pada tubuh?, amati pilihan-pilahan yang dapat kamu lakukan.

-          P: Proceed/ Lanjutkan, memulai kembali kegiatan dengan perasaan yang tenang, pikiran yang lebih jernih dan sikap yang lebih positif.

4.    Penjelasan tentang tujuan: rilek latihan STOP akan membuat murid merasa lebih tenang. Kondisi tubuh yang lebih tenang akan membantu murid untuk fokus kembali pada saat kegiatan pembelajaran teks descriptif.

 

 

2.    Pengelolaan diri- mengelola emosi dan fokus

KSE

RUANG

LINGKUP

TEKNIK PEMBELAJARAN  KSE (sesuai dengan jenjang pendidikan murid)

 

 

KOMPETENSI Pengelolaan Diri– Mengelola Emosi dan Fokus

RUTIN (waktu khusus  di luar kegiatan akademik):

JURNAL DIRI

1.         Teknik: Rilek Pagi (Morning Warm-Up)

2.         Penjelasan tentang apa yang dilakukan guru: Guru menginstruksikan murid setiap pagi melakukan rilek sebelum pembelajaran dimulai selama 10 menit. Rilek ini supaya  dapat membantu murid meringankan beban dan manpu bersikap responsif dalam suatu situasi untuk mengingat kembali diri dalam kesadaran penuh dan siap mengikuti pembelajaran selanjutnya.

3.         Penjelasan tentang apa yang dikatakan pada murid: Guru menyampaikan arahan rilek dengan langkah-langkah latihan STOP yaitu : Stop/ Berhenti. Hentikan apapun yang sedang Anda lakukan. Take a deep Breath/ Tarik nafas dalam. Sadari napas masuk, sadari napas keluar. Rasakan udara segar yang masuk melalui hidung. Rasakan udara hangat yang keluar dari lubang hidung. Lakukan 2-3 kali. Nafas masuk, nafas keluar. Observe/ Amati. Amati apa yang Anda rasakan pada tubuh Anda? Amati perut yang mengembang sebelum membuang napas. Amati perut yang mengempis saat Anda membuang napas. Amati pilihan-pilihan yang dapat Anda lakukan. Proceed/ Lanjutkan. Latihan selesai. Silahkan lanjutkan kembali aktivitas Anda dengan perasaan yang lebih tenang, pikiran yang lebih jernih, dan sikap yang lebih positif untuk memulai kegiatan pembelajaran.

4.         Penjelasan tentang tujuan: rilek pagi dengan latihan STOP akan membuat murid merasa lebih tenang. Kondisi tubuh yang lebih tenang akan membantu murid untuk fokus kembali pada kegiatan pembelajaran.

 

 

 

Terintegrasi dalam mata pelajaran

1.    Teknik: Membuat Jurnal diri

2.    Penjelasan yang dilakukan guru: Guru menginstruksikan murid untuk melakukan refleksi diri dengan membuat jurnal diri setiap diakhir kegiatan pembelajaran.

3.    Penjelasan yang dikatakan pada murid: setiap murid menuliskan pengalamannya dalam kegiatan belajar descriptive text hari ini pada lembaran yang telah disediakan. Murid bisa menuliskan perasaannya secara jujur tanpa tekanan dari siapapun.

4.    Penjelasan tentang tujuan: membuat jurnal diri membiasakan menulis kejadian yang terjadi atau yang dialami supaya mereka dapat merefleksi setiap apa yang telah mereka lakukan dan alami untuk melakukan perubahan yang lebih baik.

PROTOKOL (BUDAYA atau TATA TERTIB):

Jurnal diri mingguan

1.    Teknik: Refleksi Mingguan (Reflection)  

2.    Penjelasan tentang apa yang dilakukan guru: Guru mengarahkan murid untuk melakukan refleksi diri dengan menulis jurnal diri setiap minggu diakhir jam pelajaran.

3.    Penjelasan tentang apa yang dikatakan pada murid:

Setiap murid membawa buku jurnal diri setiap hari sabtu, kemudian menuliskan kegiatan selama seminggu, baik pengalamannya dalam belajar, ataupun kegiatan lain yang dilakukan di sekolah. Mereka bisa menuliskan perasaannya secara jujur tanpa tekanan dari siapapun.

4.    Penjelasan tentang tujuan: Tujuan dari menuliskan refleksi ini sebagai jurnal diri supaya murid terbiasa dengan menulis dan mampu untuk merefleksi kejadian atau pengalaman mereka sendiri terutama untuk melakukan perubahan kearah yang positif.

 

 

3.    Keterampilan berhubungan social (relationship skill)- Daya lenting

 

KSE

RUANG

LINGKUP

TEKNIK PEMBELAJARAN  KSE (sesuai dengan jenjang pendidikan murid)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KOMPETENSI

Kemampuan berinteraksi/ berhubungan social (relationship skill)

 

 

 

RUTIN (waktu khusus  di luar kegiatan akademik)

1.    Teknik: Satu Hari Satu Ayat (One Day One Ayat)

2.    Penjelasan tentang apa yang dilakukan guru: Guru menginformasikan kepada murid mengenai kegiatan menghafal Qur’an beserta artinya yang akan dilakukan 15 menit sebelum pembelajaran di mulai. Kegiatan ini dilaksanakan di Mushalla sekolah atau di seputar pekarangan sekolah (diluar kelas).

3.    Penjelasan tentang apa yang dikatakan pada murid:

Guru menjelaskan cara untuk menghafal Qur’an beserta artinya sebanyak satu ayat per hari. Durasi menghafal adalah 15 menit setiap hari sebelum pembelajaran dimulai. Murid menghafal secara berpasangan dan berganti pasangan setiap harinya. Murid secara bergantian membaca dan menyimak. Murid diarahkan untuk saling mengoreksi terhadap kekeliruan bacaan dari pasangannya.

4.    Penjelasan tentang tujuan: Adapun tujuan dari kegiatan menghafal Qur’an satu hari satu ayat (One Day One Ayat) adalah untuk memperdalam ilmu agama, memperkuat keyakinan dan pemahaman terhadap Agama Islam, menumbuhkan karakter mensyukuri, menumbuhkan hubungan yang erat antar murid, dan menumbuhkan rasa saling percaya antar murid.

 

 

 

Terintegrasi dalam mata pelajaran

1.    Teknik: DEPOK (Diskusi sEsama kelomPOK)

2.    Penjelasan yang dilakukan guru: Guru menentukan topic diskusi yaitu sekolahku. Guru memancing pengetahuan awal murid mengenai benda-benda yang terdapat di sekolah.

3.    Penjelasan yang dikatakan pada murid: Guru membagi murid kedalam kelompok yang sesuai dengan minat mereka. Setiap kelompok berdiskusi dan saling bekerja sama mengenai ide yang bisa mereka utarakan dalam menjelaskan suatu benda. Di dalam kelompok, mereka saling berkolaborasi dan memberikan informasi, berinteraksi dan berkomunikasi bersama, saling bertukar pikiran sesama teman dalam kelompok sehingga menghasilkan sebuah cerita/ teks deskriptif sederhana dan singkat.

4.    Penjelasan tentang tujuan: adapun tujuan dari tehnik DEPOK adalah agar murid bisa saling bekerja sama dalam memberikan informasi dan bertukar pikiran, saling membantu dalam belajar membuat teks deskriptif, hingga mengeratkan ikatan sosial emosional antar murid.

PROTOKOL (BUDAYA atau TATA TERTIB)

1.    Teknik: ROSE (Respect Others and Show Emphaty) / Saling Menghormati dan Menunjukkan Sikap Empati.

2.    Penjelasan tentang apa yang dilakukan guru: Guru memberikan arahan kepada murid untuk menghormati pendapat oranglain. Dalam berinteraksi antar teman, bersama guru, keluarga, dan bahkan masyarakat tentu akan ada selisih pendapat dengan kita yang terkadang dapat memancing emosi atau sifat yang kurang berkenan. Disini guru memberikan arahan kepada murid untuk tetap bersikap empati dan hormat dalam berinteraksi dengan oranglain walau berbeda pendapat.

3.    Penjelasan tentang apa yang dikatakan pada murid: Murid diarahkan untuk selalu bertutur dengan perkataan yang baik. Murid diajarkan untuk berani berpendapat, mengutarakan ide ide atau gagasan. Selain itu, murid juga diajarkan untuk menghormati pendapat orang lain terutama yang berbeda dengan apa yang menjadi gagasan dari murid yang lain. Murid juga diajarkan untuk terbiasa menanggapi pendapat dengan bahasa-bahasa santun, tidak menghina atau merendahkan gagasan dari teman-temannya yang berbeda pendapat. 

4.    Penjelasan tentang tujuan: Tujuan dari teknik ROSE (Respect Others and Show Emphaty) adalah agar tumbuh budaya saling menghormati, bersikap santun, berani berpendapat, menghargai pendapat orang lain, dan bertutur kata yang baik. Yang paling penting adalah agar mereka dapat menunjukkan sikap empati dalam lingkungan tempat tinggalnya, sekolah, tempat pengajian, dan dimanapun mereka berada. Yang pada akhirnya dengan rasa empati dan hormat yang tinggi akan memudahkan mereka dalam berinteraksi dan memiliki hubungan sosial yang baik dengan orang lain.

 

Putri Nurhayati, M,Pd 

SMPN 1 Mila

Komentar